Senin, 08 November 2010

Asal Usul Taekwondo

Pada dasarnya manusia mempunyai insting untuk selalu melindungi diri dan hidupnya, hal ini secara disengaja maupun tidak akan memacu aktivitas fisiknya sepanjang waktu. Manusia dalam tumbuh dan berkembang tidak dapat lepas dari kegiatan / gerakan fisiknya , tanpa menghiraukan waktu dan tempat. Pada masa kuno manusia tidak punya pikiran lain untuk mempertahankan dirinya kecuali dengan tangan kosong, hal ini secara alamiah mengembangkan teknik - teknik bertarung dengan tangan kosong.
Pada saat kemampuan bertarung secara tangan kosong dikembangkan sebagai suatu cara untuk menyerang dan bertahan, digunakan pula untuk membangun kekuatan fisik seseorang, bahkan dijadikan pertunjukan dalam acara ritual. Manusia mempelajari teknik - teknik bertarung didapat dari pengalaman nya melawan musuh - musuhnya. Inilah yang diyakini menjadi dasar seni beladiri Taekwondo yang kita kenal sekarang, dimana pada masa lampau dikenal sebagai 'Subak" , "Taekkyon", " Takkyon" , maupun beberapa nama lainnya.
Pada asal mula sejarah Semenanjung Korea , ada 3 suku bangsa / kerajaan yang mempertunjukan kontes seni beladiri pada acara ritualnya. Ketiga kerajaan ini saling bersaing satu sama lain, ketiganya adalah Koguryo, Paekje dan Silla, semuanya melatih para ksatria untuk dijadikan salah satu kekuatan negara, bahkan para ksatria yang tergabung dalam militer saat itu, menjadi warga negara yang mempunyai kedudukan yang sangat terpandang. Menurut catatan , kelompok ksatria muda yang terorganisir seperti " Hwarangdo" di Silla dan "Chouisonin " di Koguryo, semuanya menjadikan latihan seni beladiri sebagai salah satu subyek penting yang harus dipelajari. Sebuah buku tentang seni beladiri yang disebut " Muye Dobo Tongji " menyebutkan : " ( Taekwondo) Seni pertarungan tangan kosong adalah dasar dari seni beladiri , yang membangun kekuatan dengan melatih tangan dan kaki hingga menyatu dengan tubuh agar dapat bergerak bebas leluasa, sehingga dapat digunakan saat menghadapi situasi yang kritis, berarti ( Taekwondo ) dapat digunakan setiap saat ".

Tiga Golongan Teknik Penting Taekwondo

Pukulan
• Yeop Jireugi = Pukulan Samping
• Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas
• Dolryeo Jireugi = Pukulan Mengait
• Pyojeok Jireugi = Pukulan Dengan Sasaran
• momtong jireugi = pukulan mengarah ke tengah(pukulan mengarah ke ulu hati)
• are jireugi = pukulan ke bawah
• oreon jireugi = pukulan dengan tangan kanan yang dilakukan sambil menendang(ap chagi)
• Eolgol jireugi = pukulan ke atas (pukulan mengarah ke kepala)
• hengek = menunduk
• ap chumbi = siap

Tendangan
• Ap Chagi = Tendangan Kedepan
• Dollyo Chagi = Tendangan Melingkar Depan
• Yeop Chagi = Tendangan Samping
• Dwi Chagi = Tendangan Kebelakang(sasaran=tengah)
• Twieo Dwi Chagi = Tendangan kebelakang Yang Dilakukan Sambil Melompat
• goley chagi = tendangan double
• sip chagi an chagi = tendangan yang dilakukan sambil melompat dan tangkisan aremaki
• eolgol ap chagi = tendangan mengarah ke atas yang menyamping (tendangan ke arah kepala)
• momtong ap chagi = tendangan mengarah ke tengah(mengarah ke perut)
• penriyti chagi = tendangan keliling.
• Dwi Hurigi = tendangan kebelakang miring dengan sasaran kepala
• Del'o ap chagi = tendangan ke arah kepala menggunakan tumit dan tidak miring

Tangkisan
• aremaki = Tangkisan bawah
• Elgol Ceceumaki = Tangkisan ke arah kepala
• Bakat Momtong Bakat Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian dalam lengan bawah.
• Bakat Momtong An Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian luar lengan bawah.
• An Maki = tangkisan darri arah luar.
• bina maki an maki = tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan saat masuk ke dalam harus melalui lengan atas.
• am palmok mongtong bakat maki = tangkisan ke arah lengan bawah

Defenisi Taekwondo

Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do) adalah olahraga bela diri asal Korea yang juga populer diIndonesia, olah raga ini juga merupakan olahraga nasional Korea. Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia[rujukan?] dan juga dipertandingkan di Olimpiade.
Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan).
Atau dalam defenisi lain disebutkan TAEKWONDO berasal dari Korea Selatan. Kata Taekwondo sendiri terbagi atas 3 arti yaitu : Tae=Kaki, Kwon=Tangan, Do=Cara. Jika digabungkan mempunyai arti filosofi ilmu beladiri kebajikan untuk menolong dan menghormati sesama mahluk Tuhan melalui jasmaninya (tangan, kaki, tubuh dan akalnya) dan rohani (pengendalian diri dan hubungan dengan Tuhan) sebagai senjata beladirinya dan menaklukkan lawannya.

Sejarah Perkembangan Perguruan Taekwondo TETA

Sesungguhnya PBTI didirikan untuk mewadahi berbagai Perguruan Taekwondo yang dirintis dan dikelola beberapa Pelatih Taekwondo asal Indonesia yang mengembangkan Taekwondo di Indonesia. Salah satu pelatih Taekwondo bernama Hadi Sugianto (sekarang DAN VI) sejak tahun 1973 mengembangkan Taekwondo di kawasan Jelambar, Jakarta Barat. Salah satu siswanya bernama Bimoadji (sekarang DAN IV) bersama siswa-siswa yang lain mendirikan perguruan Taekwondo baru untuk lebih mengembangkan prestasi Taekwondo di bawah naungan organisasinya Hadi Sugianto yaitu Hadi’s Taekwondo Association (HASTA) yang didirikan sekitar tahun 1982.
Bimoadji sendiri mendirikan perguruan Taekwondo setelah atas saran dari Sabeumnim (Guru) Hadi Sugianto karena menurut penilaian beliau Bimoadji dirasakan sudah layak mengembangkan Taekwondo setelah selain berguru kepadanya dan juga kepada beberapa pelatih lain yaitu Hasan Johan (sekarang DAN V), Tatuhay (DAN I) dan Master/Sabeumnim Hanny Lim (DAN VII) dari Korea yang juga direkomendasikan oleh Hadi Sugianto. Akhirnya pada tanggal 4 Maret 1988, Sabeumnim Bimoadji mendirikan perguruan Taekwondo bernama TETA Club. Seiring dengan semakin berkembangnya kualitas, kuantitas dan prestasi yang diraih TETA Club dan bertambahnya lulusan TETA Club yang membuka perguruan baru lagi, Sabeumnim Bimoadji merasakan unsur club harus dihilangkan dan harus kembali kepada lembaga beladiri yang lebih berbobot lagi. Maka TETA Club sejak tahun 1998 berubah menjadi Perguruan Taekwondo TETA.

Perguruan Taekwondo TETA sejak awal didirikan tahun 1988 telah menetapkan komitmennya untuk mengembangkan ilmu beladiri Taekwondo secara murni dan memegang teguh disiplin dan sportivitas yang tinggi agar para siswa yang belajar dapat meraih prestasi yang luas tidak saja di lingkungan Taekwondo tetapi juga di masyarakat luas melalui budi pekerti, disiplin dan ketrampilan yang ditanamkan oleh Perguruan Taekwondo TETA. Kini Perguruan Taekwondo TETA memiliki 4 Divisi yang dapat memaksimalkan pengembangan ilmu beladiri Taekwondo yaitu :
1. Divisi TETA Taekwondo School : sekolah Taekwondo
2. Divisi TETA Special Course : pelatihan Taekwondo singkat
3. Divisi Indonesia Taekwondo Event Organizer : penyelenggara acara Taekwondo
4. Divisi International Taekwondo Trip : tour pelatihan Taekwondo ke Korea/LN

Sejarah Taekwondo di Indonesia

Pada Bulan Mei 1972 beberapa mahasiswa Indonesia yang pernah belajar Taekwondo di Jerman Barat, dalam waktu liburannya kembali ke Indonesia mereka mencari Perguruan Taekwondo di Jakarta untuk melanjutkan latihan bersama. Secara kebetulan terdapat seorang pemegang sabuk hitam Taekwondo datang dari Belanda bernama Mouritsz Dominggus (warga Indonesia asal Ambon) telah membuka Perguruan Taekwondo di Tanjung Priok. Mengingat pada masa itu ilmu beladiri Karate jauh lebih populer hingga perkembangan Taekwondo sulit bergerak, maka Mouritsz Dominggus mengatur strategi menggabungkan diri ke dalam Perguruan Karate PERKINO yang dipimpin oleh Harry Tomatala. Dari kombinasi kedua sistem beladiri ini menghasilkan Perguruan KATAEDO (Karate Taekwondo).

Atas bantuan salah seorang orangtua murid KATAEDO bernama Sinshe Yusuf serta atas kerjasama dengan Prof Kim Ki Ha (Ketua Asosiasi Korea di Indonesia), KATAEDO berhasil menarik perhatian Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta. Atas anjuran dari pemerintah Korea Selatan agar unsur Karate dihilangkan demi kemurnian Taekwondo, maka pada tanggal 15 Juli 1974 terbentuklah Institut Taekwondo Indonesia (INTIDO) dimana Prof Kim Ki Ha sebagai penasehatnya. Atas nasehat beliau, Pengurus INTIDO dipertemukan dengan DutaBesar Korea Selatan dan atas bantuannya, Prof Kim Ki Ha di utus ke Korea Selatan untuk mengikuti Sidang Umum II WTF pada tanggal 27 Agustus 1975 di Seoul. Beliaulah yang memperjuangkan INTIDO untuk dapat diterima menjadi anggota WTF.Untuk memenuhi persyaratan WTF, maka INTIDO diubah menjadi Federasi Taekwondo Indonesia (FTI) dengan ketua umumnya Marsekal Muda Sugiri. Atas saran beliau demi meningkatkan mutu dan prestasi Taekwondo di Indonesia, maka WTF mengutus seorang pelatih bernama Kim Yeong Tae (DAN V) seorang mantan Juara Dunia Kelas Berat.
Sehingga pada tanggal 17 Juni 1976, FTI resmi menjadi anggota WTF.

Dalam sejarah perkembangan Taekwondo di Indonesia, terdapat 2 organisasi Taekwondo yaitu FTI dan PTI (Persatuan Taekwondo Indonesia).
Pada tanggal 28 Maret 1981 telah terjadi sejarah baru bagi dunia Taekwondo Indonesia. Pada saat itu telah diadakan Musyawarah Nasional I yang diikuti oleh 2 organisasi beladiri Taekwondo di Indonesia dimana FTI dipimpin Marsda Sugiri dan PTI dipimpin Letjen Leo Lopulisa. Dari musyawarah itu telah menghasilkan suatu kepengurusan baru yaitu telah disatukannya 2 organisasi tersebut menjadi satu induk organisasi Taekwondo yang hanya diakui oleh WTF dan KONI yaitu Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) hingga sekarang yang mana ketua umumnya adalah Bapak Sarwo Edhie Wibowo dengan pelindung langsung dari Ketua KONI Pusat Bapak Surono.

Di bawah kepimimpinan beliau, Taekwondo di Indonesia berkembang pesat. Terbukti dalam waktu singkat telah memiliki Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang di seluruh Provinsi di Indonesia. Sehingga berbagai prestasi dan kualitas dapat tercapai baik dalam event nasional maupun internasional.
Saat ini Ketua Umum PBTI telah dipegang 4 kali hingga sekarang yaitu :
a. Bpk Jend. TNI AD (Purn) Sarwo Edhie Wibowo
b. Bpk Letjend. TNI AD (Purn) Harsudiyono Hartas
c. Bpk Mayjen TNI Mar Suharto
d. Bpk Letjen TNI AD Erwin Sudjono, SH (tahun 2007 hingga sekarang)

Sejarah Singkat Taekwondo Indonesia

Taekwondo mulai berkembang di Indonesia pada tahun 70-an , dimulai aliran Taekwondo yang berafiliasi ke ITF ( International Taekwondo Federation ) yang pada waktu itu bermarkas besar di Toronto Kanada, aliran ini dipimpin dan dipelopori oleh Gen. Choi Hong Hi, kemudian berkembang juga aliran Taekwondo yang berafiliasi ke WTF ( The World Taekwondo Federation )yang berpusat di Kukkiwon, Seoul, Korea Selatan dgn Presiden Dr. Un Yong Kim .
Pada waktu itu, di Indonesia kedua aliran ini yang masing - masing mempunyai organisasi ditingkat nasional yaitu Persatuan Taekwondo Indonesia ( PTI ) yg berafiliasi ke ITF dipimpin oleh Letjen. Leo Lopolisa dan Federasi Taekwondo Indonesia ( FTI ) yg berafiliasi ke WTF dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri .
Atas kesepakatan bersama dan melihat prospek perkembangan didunia olahraga International dan Nasional , maka Musyawarah Nasional Taekwondo pada Tanggal 28 maret 1981 berhasil menyatukan kedua organisasi Taekwondo tersebut, menjadi organisasi baru yang disebut Taekwondo Indonesia dan dipimpin oleh Leo Lopolisa sebagai Ketua Umumnya, sedangkan struktur organisasi ditingkat nasionalnya disebut PBTI ( Pengurus Besar Taekwondo Indonesia ) dan berpusat di Jakarta. Munas Taekwondo Indonesia I pada Tanggal 17 - 18 September 1984 menetapkan Letjen. Sarwo Edhie Wibowo ( Alm. ) sebagai Ketua Umum Taekwondo Indonesia periode 1984 - 1988, maka era baru Taekwondo Indonesia yang bersatu dan kuat dimulai. Selanjutnya Taekwondo Indonesia sempat dipimpin oleh Soeweno, Harsudiyono Hartas, dan sekarang oleh Letjen ( Mar ) Suharto.
Kini Taekwondo Indonesia telah berkembang di seluruh propinsi di Indonesia dan diikuti aktif oleh lebih dari 200.000 anggota , angka ini belum termasuk yang tidak secara aktif berlatih. Taekwondo telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di arena PON. Beberapa atlet yang pernah berjaya membela negara di event International antara lain seperti : Budi Setiawan, Rahmi Kurnia, Siauw Lung, Yefi Triaji, Lamting , Yeni Latif, Dirk Richard, dan sebagainya. dimasa Thn 1986 s/d Thn. 1993 . Pada generasi berikutnya antara lain seperti Yuana Wangsa Putri yang mewakili Indonesia di even Olympic Games 2000, Sidney dan Ika Dian Fitria yang berhasil meraih medali emas Kejuaraan Dunia Yunior pada November 2000.
Taekwondo pertama kali ditemukan pada abad 37 Sebelum Masehi (SM). Hal ini dapat dilihat dari perjalanan perkembangan Taekwondo seiring dengan perkembangan budaya nenek moyang Negara Korea Selatan.


TAEKWONDO DI JAMAN DINASTI KOGURYO


Nenek moyang Bangsa Korea yang terdiri dari beberapa suku bangsa setelah jaman neolitik telah mempunyai berbagai kegiatan olahraga dalam setiap upacara keagamaan atau ritual mereka dengan tujuan untuk meningkatkan keberanian dalam berperang.
Taekwondo sendiri pertama kali ditemukan berasal dari Dinasti Koguryo yang tepat berada dalam wilayah Negara Korea Selatan pada Abad 37 SM. Hal ini dapat dibuktikan pada lukisan dinding yang ditemukan di reruntuhan makam Kerajaan Muyong Chong dan Kachu Chong yang dibangun oleh dinasti itu menunjukan permainan Taekwondo. Di dalam langit-langit makam Kerajaan Muyong Chong terdapat lukisan 2 orang yang saling berhadapan dalam permainan beladiri Taekwondo. Sementara di makam Kerajaan Kachu Chong menunjukkan 2 orang sedang adu gulat.


TAEKWONDO DALAM MASA DINASTI SILIA

Taekwondo terbukti telah berke
mbang hingga pada Dinasti Silia yaitu sebuah dinasti yang terdapat di sebelah Tenggara Negara Korea Selatan dengan ibukotanya dahulu bernama Kyongju. Di Kyongju terdapat 2 patung Budha di Menara raksasa Keumkang di suatu tempat bernama Sokkuram. Di tempat yang sama terdapat Candi Pulkuk Sa yang menggambarkan 2 orang raksasa berhadapan dalam posisi beladiri Taekwondo. Dalam Dinasti Silia, Taekwondo lebih dikenal dengan istilah Hwarang Do. Hwarang Do merupakan bagian yang penting dari perjuangan Silia untuk mempersatukan seluruh negeri dengan cara berperang untuk menguasai kerajaan lain.
Banyak bukti tertulis di Samguk Yusa 2 dokumen tertua mengenai sejarah Korea mengulas bahwa Hwarang Do merupakan pelajaran dasar dari ilmu Taekwondo.


TAEKWONDO PADA MASA DINASTI GOREA DAN YI

Dalam sejarah peradaban Korea Selatan, terdapat pula kerajaan pada Dinasti Gorea dan Yi dimana dalam sejarah Gorea, Taekwondo dikenal dengan istilah lain yaitu Subak. Subak dilakukan tidak hanya sebagai suatu kecakapan berolahraga saja, tetapi juga untuk menyemarakan seni berperang. Subak sangat populer di masa pemerintahan Kerajaan Uijong sekitar tahun 1147 – 1170 SM.
Di masa Dinasti Yi, Subak menjadi lebih terkenal di masyarakat, karena sebelumnya pada Dinasti Gorea dimonopoli oleh kaum militer, sehingga rakyat yang bercita-cita ingin bekerja di militer kerajaan, cenderung untuk belajar Subak sebagai salah satu tes pokok yang diajukan untuk menjadi tentara di masa itu. Dengan demikian Taekwondo atau Subak menjadi olahraga nasional yang penting dan menarik perhatian bagi lingkungan kerajaan dan masyarakat di masa itu.


PERKEMBANGAN TAEKWONDO DI JAMAN MODERN

Pada tahun 1943, setelah ilmu beladiri Judo, Karate dan Kungfu pertama masuk ke Korea dan terkenal sampai Korea merdeka tahun 1945, rakyat Korea yang tertarik dengan Taekwondo berusaha untuk menyempurnakan permainan tradisi Taekwondo menjadi suatu ilmu beladiri yang tidak kalah baiknya. Dengan ketekunan negara bersama rakyat Korea untuk mengembangkan ilmu beladiri negaranya, Taekwondo menjadi berkembang dan populer di seluruh dunia.
Sekitar awal Bulan Mei 1973, dibentuklah suatu badan federasi Taekwondo sedunia yang bernama World Taekwondo Federation (WTF) yang berpusat di Kukkiwon, Seoul Korea Selatan dengan presiden federasinya Un Yong Kim.
Untuk pertama kalinya pula, WTF mengadakan Kejuaraan Dunia I Taekwondo di Seoul pada tanggal 25 – 27 Mei 1973 yang diikuti 18 negara.
Akhirnya pada tanggal 17 Juli 1980, Panitia Olimpiade Internasional/IOC (International Olympiade Committee) mengakui dan menerima Taekwondo sebagai salah satu cabang olahraga resmi olimpiade yang berada di bawah naungan WTF. Un Yong Kim sendiri ditunjuk sebagai salah satu pengurus IOC ketika itu. Namun kini Presiden WTF digantikan oleh Dr Woon Kyu Uhm.

Minggu, 07 November 2010

Filosofi Sabuk pada Taekwondo

1. Putih melambangkan kesucian,awal/dasar dari semua warna,permulaan.(mempelajari jurus dasar 1)
2. Kuning melambangkan bumi,disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar Taekwondo dengan kuat.?(mempelajari jurus dasar 2)
3. Hijau melambangkan hijaunya pepohonan,pada saat inilah dasar Taekwondo mulai ditumbuh kembangkan.(mempelajari jurus dasar 3)
4. Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.(mempelajari jurus dasar 4)
5. Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita.(mempelajari jurus dasar 5&6)
6. Hitam melambangkan akhir,kedalaman,kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan.(mempelajari jurus dasar 7&8)

Materi Teknik Taekwondo

TINGKAT SABUK/GEUP : PUTIH / X
Teknik Tangan : Kuda-kuda Apkoobi, Joosum Seogi
Tangkisan ( Makki )
- Arae Makki : Tangkisan ke arah bawah
- Momtong An Makki : Tangkisan ke arah perut dari luar ke dalam
- Momtong Bagkat Makki : Tangkisan ke arah perut dari dalam ke luar
- Eolgol Makki : Tangkisan ke arah kepala
- Batangson Arae Makki : Tangkisan ke arah bawah dengan telapak tangan

Pukulan ( Jireugi )
- Momtong Jireugi : Pukulan ke arah perut
- Eolgol Jireugi : Pukulan ke arah kepala
- Gabrion / Dobeon : Pukulan dua kali ke arah perut
- Sambion : Pukulan tiga kali ke arah kepala, leher, perut

Cekikan / Sodokan ( Chireugi )
- Ageum son keut chireugi : Cekikan ke arah leher
- Gawison keut chireugi : Sodokan ke arah mata dengan dua jari
- Ape son keut chireugi : Sodokan ke arah leher dengan ujung jari
- Pionson keut chireugi : Sodokan ke arah ulu hati dengan ujung jari

Sabetan ( Chigi )
- Sonal Mok Chigi : Sabetan ke arah leher/pelipis
- Momtong Ap Chagi : Tendangan lurus ke arah perut dengan Apchook
- Eolgol Ap Chagi : Tendangan lurus ke arah kepala dengan Apchook
- Noppi Ap Chagi : Tendangan melompat lurus dengan Apchook
- Dello / Ball Chagi : Tendangan mencangkul arah kepala
- Dollyo Chagi : Tendangan melingkar


TINGKAT SABUK : KUNING POLOS – KUNING STRIP GEUP : IX-VIII
Materi Teknik
Teknik Tangan :
- Doopalmok Makki : Tangkisan dua tangan kearah perut
- Dobeon Jireugi : Pukulan dua kali arah perut
- Sambion : Pukulan tiga kali arah kepala, leher, perut.
- Chiq Jireugi : Pukulan kearah dagu.
- Batangson momtong Makki : Tangkisan dengan telapak tangan kearah perut.
- Sonnal Momtong Makki : Tangkisan kearah perut dgn telapak tangan bentuk sonal.
- Hansonal Momtong Makki : Tangkisan tangan menyilang di dada, satu dikepal yang menangkis membentuk sonal.
- Momtong yeoup jireugi : Pukulan menyodok dari arah samping kearah perut.


Tendangan ( Chagi )
- Momtong Dollyo chagi : Tendangan melingkar kearah perut
- Eolgol Dollyo chagi : Tendangan melingkar kearah kepala
- Dwi Chagi : Tendangan balik menyodok kearah perut
- Yeoup chagi : Tendangan balik menyodok kepala dengan pisau kaki
- Yeoup Khurigi : Tendangan mengkait arah kepala
- Idan Dollyo chagi : Tendangan melingkar dengan kaki depan.
- Puti Chagi : Tendangan menampar dari luar kedalam
- Puti Chumagi : Tendangan menampar dari dalam keluar


TINGKAT SABUK : HIJAU – HIJAU STRIP GEUP : VII-VI
Materi Teknik
Teknik Tangan :
- Pionsonkeut sewo chirugi : Sodokan kearah perut dengan dibarengi tangkisan
- Dollyo Jireugi : Pukulan melingkar kearah pelipis
- Jibibem sonal mok chigi : Sabetan kearah kepala dibarengi dengan tangkisan
- Bagat Palmok Makki : Tangkisan dengan dua telapak tangan mengepal kerah perut.

Tendangan ( Chagi )
- Dolke chagi : Tendangan berputar 180 derajat, dengan punggung kaki
- Dwi yeoup chagi : Tendangan balik menyodok leher dengan pisau kaki
- Idan Yeoup chagi : Tendangan menyodok dengan kaki depan, membentuk pisau kaki kearah leher.
- Idan Yeoup Khurigi : Tendangan mengkait kearah kepala dengan menggunakan telapak kaki depan.
- Pekta Chagi : Tendangan kaki depan ditarik setengah menggunakan punggung kaki.
- Twio Dollyo Chagi : Tendangan melompat /slaiding ditempat / kebelakang
- Mad badad chagi : Tendangan melompat / slaiding kesamping
- Ball Badad : Tendangan mendorong dengan seluruh bagian telapak kaki


TINGKAT SABUK : BIRU – BIRU STRIP GEUP : V-IV
Materi Teknik
Teknik Tangan :
- Jibibeum Sonnal mok chigi : Sabetan dan tangkisan secara bersamaan arah kepala telapak terbuka.
- Jibibeum Theok chigi : Sodokan arah dagu dan tangkisan secara bersamaan kearah kepala telapak tangan terbuka.
- Palkop piojok chigi : Serangan menggunakan sikut dengan satu tangan sementara tangan lain meraih kepala.
- Dollyo palkop : Serangan melingkar dengan menggunakan sikut.
- Yeoup Palkop : Serangan menyodok dengan menggunakan sikut.
- Dwi Palkop : Serangan dari arah bawah dengan menggunakan sikut.
- Ollio Palkop : Serangan balik kearah belakang dengan menggunakan sikut.

Tendangan ( Chagi ) :
- Twio Dwi Chagi : Tendangan lompat ditempat berbalik kebelakang, menyodok kearah perut
- Dwi Khurigi : Tendangan berbalik mengkait dengan menggunakan telapak kaki.
- Narae chagi : Tendangan dengan menggunakan punggung kaki secara langsung 2 kali atau lebih.
- Idan Ap Khurigi : Tendangan mengkait arah depan/muka dengan telapak kaki.
- Idan Palko Dwi Chagi : Tendangan lompat sejajar kaki depan diangkat dan kaki belakang menendang balik dengan tumit kaki.
Noppi Dwi Chagi : Tendangan kaki belakang laiding diangkat ke depan sedangkan kaki depan balik menendang dengan tumit kaki.
Noppi Dwi Khurigi : Sama dengan Noppi Dwi Chagi namun menendangnya dengan telapak kaki secara mengkait.